Tulisan ini dibuat untuk teman-teman yang sedang mulai ‘diracuni’ untuk melakukan kustomisasi gadget androidnya. biasanya kalo gadget android dibiarkan seadanya kok ya sayang ya. ga keluar gitu semua kemampuannya, bayangin aja 8 core cuman buat nelpon sama sms hehehe..

anyway langsung aja dech, adb adalah singkatan untuk android debug bridge, jadi ceritanya tools ini merupakan command line yang digunakan untuk berkomunikasi dengan peralatan berbasis android. untuk selengkapnya bisa langsung baca di sini.


cara installasinya:

1. Kalo cuman buat pengenalan dan aktivitas sederhana ini link downloadnya, tidak perlu install. cukup download lalu ekstrak di sebuah folder windows.

2. jangan lupa ambil juga usb driver nya, supaya bisa dikenali sama pc nya itu gadgetnya. untuk samsung, kalo sudah install kies biasanya dah ada usb drivernya kalo belum ini link downloadnya. untuk yang lenovo bisa ambil disini. kalo sudah download lakukan instalasi seperti halnya install aplikasi di windows.

3. di gadget-nya , masuk setting -> developer options tandai USB debugging. Jika sudah tancepin usb cablenya ke gadget dan pc nya. biarkan pc melakukan inisialisasi.

4. pindah ke pc, buka command prompt, lalu pindah ke folder dimana adb di ekstrak. Jika sudah ketik saja adb devices -l.

jika responnya seperti berikut:

offline

cabut dulu kabel usbnya, lalu pasang kembali. untuk versi android JB 4.2 biasanya akan muncul tampilan berikut:

allow

tekan ok. lalu di pc ketikkan kembali adb devices -l, hasilnya akan seperti berikut:

connected

ini artinya gadget sudah terhubung dengan baik.

berikut adalah beberapa command yang mungkin bermanfaat:

– adb reboot download  : devices akan di reboot dan masuk ke dalam mode download

– adb reboot recovery : devices akan di reboot dan masuk ke dalam mode recovery

2 command dibawah ini yang paling sering saya gunakan, buat mindah aplikasi dari internal storage ke external storage.

– adb shell pm get-install-location : check lokasi default install

– adb shell pm set-install-location <angka> : set lokasi default install

0 [auto]: Let system decide the best location
1 [internal]: Install on internal device storage
2 [external]: Install on external media

selamat mencoba, jangan lupa baca-baca dokumennya dulu. DO THIS at YOUR OWN RISK !!🙂